Pantang Meminta, Abang Tukang Ojek Ini Ternyata..(malu sendiri bacanya)

Di antara pandemi dan makin banyaknya orang menyatakan diri tidak mampu supaya di kasih bantuan.
Sampe buruh langganan saya yang saya selalu bantu saat kesulitan pun memanfaatkan situasi ini.
Harga angkut barang di naikkan 2x lipat dari biasanya.
Ojek langganan saya pun ikut-ikutan naikkan harga ojek.
Padahal mereka mereka itu sering saya bantu.

Sampe kadang saya berpikir,apakah semua orang yang merasa dirinya dalam kesulitan cenderung tdk peduli dengan yang lain??
Hanya penting kan diri sendiri.??

Dan Allah menjawab apa yang saya pikirkan.
Kesel sama tukang ojek yg seenaknya patok harga dan sering tidak jujur membuat saya tidak pake lagi ojek yang begitu.
Padahal saya tau mereka butuh uang,tapi dengan kerja tidak jujur begitu membuat saya harus berhenti menggunakan ojek ojek yang tidak jujur.

Seminggu lalu saya temukan seorang tukang ojek yang mau menjadi ojek langganan saya.
Antar barang,belanja dan ambil barang.
Baru hari pertama,saya merasakan ini orang baik sekali.
Dia tidak mau terima tips dan bayar sesuai jarak saja.

Hari kedua kerja saya kasih masker,ditolak katanya sudah punya.
Saya paksa karena saya bilang ojek harus punya banyak masker.
Akhirnya diambil.

Hari ketiga saya suruh antar ke pasar belanja.
Keliling sampe selesai dikasih 50rb ditolak.
Ambil cuma 25rb saja.
Padahal biasanya segitu kalo bayar ojek lain.
Dia bilang saya sudah senang sepanjang jalan di nasehati dan mendapat pelajaran hidup,😫😫😫
Akhirnya saya kasih masker anak ditolak.
Trus saya bilang;”Mas,masker ini paling disukai anak anak dan pasti anak mas suka.
Cuma saya yg jual disini,apa mas ngak mau nyenengin anak mas??
Suara saya agak keras.
Akhirnya diterima,Karena mungkin takut saya marah.

Hari selanjutnya hanya terima uang ojek saja tidak mau terima tip.
Ya sudah yang penting dia mau bawa barang saya.

Tadi pagi saya wa.
Mas antar barang saya yaa?
Lama baru di balas.
Maaf Bu haji,saya lagi nemenin istri cuci darah.
Sambil kirm foto istrinya.

Ya Allah..
Saya langsung nangis pagi pagi.
Kesulitan tidak membuatnya merendahkan diri.
Padahal baru seminggu saya kenal orgnya terasa sudah bertahun tahun.

Selesai nemenin istrinya dia ke rumah saya.
Tanpa bisa menahan air mata sambil ngobrol saya nangis.
Ternyata istrinya sdh 5thn cuci darah dan dia pun tidak mau minta bantuan dari siapa pun termasuk keluarga nya.

Masuk rumah sakit keluar rumah sakit.Punya anak balita dan anak pertamanya baru kls 5 SD.
Rumahnya ngontrak.
Istrinya butuh pelayanan karena hanya di tempat tidur saja.😭😭😭

Dan sebagai seorg suami bukan hanya mencari nafkah tapi juga harus melakukan pekerjaan seorang ibu.Dulu katanya dia sering titip anak di tetangga karena tidak ada yang jaga.
Sekarang kakanya sudah bisa jaga adiknya kalo abinya ngojek.

Allah pertemukan saya dengan orang ini ternyata masih ada orang orang baik yang hidupnya tidak bergantung pada siapa siapa dan menafkahi keluarga dengan keringat lelah dan tangannya tidak mau dibawah.
Kita akan menarik rang orang yang sama dan yang tidak sama akan tersingkir dgn sendirinya.

Bagaimana caranya membantu dan bisa diterima??
Karena orgnya sama sekali tdk mau dikasihani.

Saya sendiri masih menerima dikasih ini itu.
Walau tidak meminta tapi menerima.
Sementara tukang ojek ini tidak mau menerima.

Dan Allah selalu mencukupi kebutuhannya.
Dia bilang ini ujian yang Allah berikan buat keluarga saya dan saya menjalaninya dengan ikhlas.
Tadi klo perempuan pengen saya peluk.

Yang bisa saya lakukan cuma doa saja mas.
Karena masnya juga menutup diri dan tidak mau dibantu.

Orang begini sudah langka.
Liat saja yg terjadi skrg,orang berebut sembako bahkan ada yang kasih nama 2x di 2 kelurahan yg berbeda.
Ada yg cuma pilih2 keluarga saja.
Ada lagi yang hanya masuk daftar tapi tidak dapat bagian.

Maka Allah akan kasih rejeki lewat sembako saja dan Allah menutup jalan rejeki yang lain.
Jangan pernah tangan dibawah sekalipun hidup kita susah.

Source: FB Zyttie Fath Bandjar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*